Pemerintah terus mempercepat transformasi digital di wilayah pedesaan melalui mekanisme Program Kampung Internet. Salah satu wilayah yang merasakan dampaknya adalah Desa Setanggor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang disebut mengalami perkembangan pada sektor ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata.
Kepala Desa Setanggor, Kamaruddin, mengatakan internet telah mendorong transformasi ekonomi di desanya dalam delapan bulan terakhir. Ia mencontohkan kegiatan bazar kuliner yang digelar di desa tersebut ramai dikunjungi masyarakat dari luar Setanggor.
Menurut Kamaruddin, produk unggulan desa seperti kerajinan tangan dan kuliner khas kini semakin dikenal hingga ke luar daerah. Selain itu, transaksi juga mulai beralih ke sistem digital melalui penggunaan QRIS yang dinilai memudahkan wisatawan saat berbelanja.
Dampak internet juga dirasakan di bidang pendidikan. Guru Matematika SMPN 4 Praya Barat, Nuraid, menyebut akses internet membantu kegiatan belajar mengajar, termasuk saat pelaksanaan ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia mengatakan penyelenggaraan TKA untuk SMK di sekolah tersebut berjalan cukup lancar.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan Program Kampung Internet dirancang agar seluruh masyarakat dapat terhubung secara digital. Ia juga menyampaikan bahwa internet diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi serta mendukung terciptanya ruang digital yang aman.
Alfreno menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terkait cakupan fixed broadband. Pemerintah menargetkan pada 2029 sebanyak 90 persen kecamatan di Indonesia terlayani fixed broadband.
Pada 2025, Program Kampung Internet disebut telah membangun 1.282 titik akses yang tersebar di 22 desa, serta menjangkau 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi, termasuk Nusa Tenggara Barat. Program ini juga sejalan dengan target RPJMN 2025–2029 yang menargetkan penetrasi broadband rumah tangga mencapai 50 persen dan jaringan fiber optik menjangkau 90 persen kecamatan.