BERITA TERKINI
Kemdiktisaintek dan BRIN Teken MoU untuk Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan Tinggi

Kemdiktisaintek dan BRIN Teken MoU untuk Perkuat Kolaborasi Riset dan Pendidikan Tinggi

Tangerang Selatan — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi di bidang riset, inovasi, sains, teknologi, serta pendidikan tinggi. Penguatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Graha Widya Bhakti, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie BRIN, Rabu (4/2).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan kolaborasi Kemdiktisaintek dan BRIN menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia unggul dan peningkatan daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga menilai MoU tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kerja sama yang selama ini telah berjalan antara perguruan tinggi di Indonesia dan lembaga-lembaga riset.

Menurut Brian, sinergi yang terstruktur dan berkelanjutan diperlukan agar riset dan inovasi dapat memberi dampak nyata bagi pembangunan. Ia menyebut Indonesia dapat belajar dari pengalaman negara lain, termasuk Jepang, dalam menghadapi tantangan menuju negara maju.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, digelar Nobel Laureate Lecture dengan menghadirkan ilmuwan asal Jepang, Prof. Susumu Kitagawa, yang disebut sebagai peraih Nobel di bidang Kimia tahun 2025. Kegiatan tersebut disebut menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem riset nasional yang terintegrasi dengan jejaring riset global.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan Nobel Laureate Lecture menjadi ruang untuk mempertemukan sains fundamental dengan kebutuhan pembangunan. Ia menilai penelitian Prof. Kitagawa di bidang Metal-Organic Framework (MOF) memiliki relevansi strategis bagi Indonesia, terutama untuk mendukung ketahanan energi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan teknologi berkelanjutan melalui kolaborasi riset internasional.

Arif menjelaskan MOF membuka peluang pemanfaatan teknologi penyimpanan dan pemisahan gas, pengolahan air, hingga aplikasi energi bersih, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas Storage (CNG). Ia menilai arah pengembangan tersebut sejalan dengan upaya nasional mengurangi ketergantungan pada energi impor serta mendorong pemanfaatan sumber energi domestik yang lebih ramah lingkungan.

Dukungan terhadap penguatan kolaborasi riset juga disampaikan Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru. Ia menyatakan kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi terus berkembang, serta menjadi fondasi penting bagi penguatan kapasitas riset dan pengembangan sumber daya manusia di kedua negara.

Melalui penandatanganan MoU ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan riset, sains, teknologi, dan inovasi melalui kolaborasi strategis lintas institusi dan lintas negara. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset dan inovasi Indonesia sekaligus menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.