Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan platform digital “Rumah Pendidikan” yang mengintegrasikan sekitar 1.000 aplikasi pendidikan ke dalam satu pintu layanan. Peluncuran ini ditujukan untuk menyederhanakan akses layanan bagi pengguna sekaligus meningkatkan efisiensi belanja teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang diperkirakan dapat mencapai 60%.
Peresmian yang digelar di Jakarta itu menandai upaya kementerian merespons persoalan fragmentasi sistem informasi yang selama ini kerap dikeluhkan. Dalam keterangannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut integrasi ini sebagai langkah untuk merapikan ekosistem aplikasi yang dinilai membebani guru dan kepala sekolah karena harus berpindah-pindah layanan untuk kebutuhan yang berbeda.
Selama beberapa tahun terakhir, layanan pendidikan nasional tersebar di banyak aplikasi. Guru, misalnya, perlu menggunakan aplikasi berbeda untuk pengisian rapor, verifikasi data, pelatihan, hingga berbagai portal terkait pencairan dan pelaporan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Kondisi tersebut dinilai memunculkan “kelelahan aplikasi” sekaligus meningkatkan beban pemeliharaan infrastruktur karena banyak sistem berjalan sendiri-sendiri.
Kemendikdasmen menyatakan konsolidasi dilakukan melalui penyatuan server dan basis data yang sebelumnya terpisah. Dengan satu platform induk, kementerian menargetkan pengurangan biaya sewa dan pengelolaan infrastruktur yang selama ini tersebar di banyak aplikasi.
Rumah Pendidikan dirancang dengan pembagian layanan ke dalam delapan ruang berdasarkan peran pengguna. Delapan ruang tersebut meliputi Ruang Guru, Ruang Sekolah, Ruang Siswa, Ruang Orang Tua, Ruang Pengawas, Ruang Pemerintah Daerah, Ruang Mitra, dan Ruang Layanan Publik. Melalui skema ini, pengguna diharapkan hanya melihat menu yang relevan dengan kebutuhannya sehingga antarmuka lebih ringkas dan mudah dipahami.
Selain integrasi layanan, kementerian menyoroti modul transparansi dana BOSP sebagai salah satu fitur utama. Data penggunaan dana BOSP yang sebelumnya berada dalam laporan internal sekolah akan diunggah dan ditampilkan secara agregat melalui dashboard. Kemendikdasmen menyebut masyarakat, termasuk orang tua dan komite sekolah, dapat memantau alokasi serta realisasi penggunaan dana, dan memanfaatkan fitur pengaduan terintegrasi apabila menemukan dugaan ketidaksesuaian.
Terkait klaim efisiensi anggaran hingga 60%, Kemendikdasmen menjelaskan sumber penghematan berasal dari beberapa aspek, antara lain penggabungan server melalui arsitektur komputasi awan terpusat, penataan pembelian lisensi perangkat lunak, dan pengurangan biaya pemeliharaan karena tim teknis difokuskan pada satu platform. Kementerian juga menilai ada penghematan waktu kerja (man-hour) bagi guru dan operator sekolah karena akses layanan dapat dilakukan tanpa perlu banyak akun dan login berulang.
Di sisi keamanan, Kemendikdasmen menyatakan Rumah Pendidikan dibangun dengan standar keamanan tingkat enterprise, termasuk enkripsi end-to-end, autentikasi dua faktor (2FA) untuk pengguna tertentu, serta pemantauan ancaman siber secara real-time. Protokol untuk mendeteksi disinformasi dan serangan phishing juga disebut diterapkan untuk melindungi data guru dan siswa.
Kemendikdasmen mengakui migrasi dari sekitar 1.000 aplikasi ke satu platform merupakan proses besar yang akan dijalankan bertahap. Pada tahap awal yang direncanakan berlangsung Februari hingga Juni 2026, fokus diarahkan pada penyelarasan data guru dan data sekolah. Sistem single sign-on (SSO) juga akan diaktifkan agar pengguna cukup memakai satu akun untuk mengakses seluruh layanan.
Untuk mendukung proses transisi, kementerian menyebut penguatan helpdesk di setiap dinas pendidikan daerah, termasuk untuk membantu sekolah di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) yang berpotensi menghadapi kendala koneksi dan literasi digital.
Melalui Rumah Pendidikan, Kemendikdasmen menargetkan layanan yang lebih cepat, lebih hemat, dan lebih transparan bagi ekosistem pendidikan, dengan integrasi data siswa, guru, dan pembiayaan dalam satu sistem.