Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan penambahan 1.000 titik akses internet pita lebar tetap (fixed broadband) melalui program Kampung Internet pada 2026. Program ini ditujukan untuk memperluas pemerataan konektivitas hingga ke wilayah desa.
Ketua Tim Akselerasi Infrastruktur Fixed Broadband Kemkomdigi, Singgih Yuniawan, mengatakan penambahan tersebut akan melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan pada 2025 sebanyak 1.282 titik. Dengan rencana tambahan pada 2026, total titik yang dibangun menjadi 2.282 titik.
Singgih menyebutkan, titik Kampung Internet baru direncanakan dibangun di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kabupaten Kupang, Maluku Utara, dan Gorontalo. Selain itu, Kemkomdigi juga berencana membangun di Kalimantan Barat, yang saat ini masih dalam tahap penjajakan.
Menurut Singgih, penentuan lokasi dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik serta usulan dari pemerintah daerah maupun kementerian. Kemkomdigi memiliki basis data hingga tingkat desa untuk memetakan kawasan yang belum memiliki akses fiber optik.
Usulan lokasi yang masuk, lanjutnya, akan dicocokkan terlebih dahulu dengan data tersebut untuk memastikan wilayah yang diusulkan memang belum tersedia fiber optik. Setelah itu, dilakukan survei lanjutan yang mencakup pemeriksaan awal secara administratif (on-desk) dan survei lapangan.
Apabila dinilai layak, Kemkomdigi akan berkoordinasi dengan asosiasi industri, seperti Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), untuk mencari penyedia layanan internet yang bersedia membangun jaringan di wilayah sasaran.
Dari proses tersebut, Kemkomdigi akan menggandeng penyedia layanan internet yang berminat melalui skema insentif. Singgih menjelaskan program Kampung Internet bersifat stimulan, yaitu pemerintah memberikan insentif layanan internet pada tahun pertama agar operator tertarik membuka layanan di wilayah penerima manfaat sebelum beroperasi secara mandiri.
“Operator itu tidak akan mau masuk ketika tidak ada kepastian pelanggan. Nah, ini tugas kita memancing mereka,” kata Singgih.