Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik (MSA) PTN-BH pada Jumat (6/2/2026) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C. Forum ini mempertemukan unsur pimpinan dan pemangku kepentingan perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH) untuk membahas arah kebijakan serta penguatan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia.
Sidang tersebut menghadirkan Ketua Forum Majelis Wali Amanat (MWA) PTN-BH, Prof Dr H Mohamad Nasir MSi Akt PhD. Dalam paparannya, Nasir menekankan pentingnya sinergi antarlembaga di lingkungan PTN-BH untuk menjaga akuntabilitas sekaligus mendorong inovasi dan komersialisasi di perguruan tinggi.
Ia juga menyoroti perlunya PTN-BH terus menggaungkan konsep “kampus berdampak”, tidak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga pada aspek ekonomi. Menurutnya, pendidikan perlu bergerak dari pendekatan konvensional menuju digital.
Nasir menyebut inovasi dapat menjadi katalis pengembangan institusi, termasuk untuk transformasi digital, keberlanjutan, dan kewirausahaan. Ia mencontohkan penerapan smart campus, program interdisiplin, serta penggunaan perangkat pembelajaran digital.
Terkait komersialisasi riset, ia menjelaskan perlunya tahapan berjenjang dari riset inovasi hingga komersialisasi. Tahapan tersebut mencakup ide, riset dan pengembangan (RnD), pembuatan prototipe, hingga peluncuran ke pasar. Ia menekankan peran penting alih teknologi serta kolaborasi perguruan tinggi dalam proses tersebut.
Nasir turut menegaskan bahwa Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik merupakan dua organ yang saling melengkapi dalam mendorong inovasi riset dan kolaborasi komersialisasi. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan memperkuat posisi PTN-BH dalam menghadapi tantangan global, termasuk transformasi digital dan kompetisi internasional.
Ia juga menyinggung penggunaan penjaminan mutu untuk mendorong riset dan menjaga integritas komersialisasi, sekaligus membangun budaya inovasi berbasis kualitas. Selain itu, ia menilai kemitraan global menjadi peluang untuk menumbuhkan ekosistem inovasi digital dan komersialisasi riset yang berkelanjutan.
Melalui sidang paripurna ini, UNAIR menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan berintegritas. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus perumusan langkah strategis menuju pendidikan tinggi Indonesia yang unggul dan berkelanjutan.