BERITA TERKINI
Komdigi Gelar Pelatihan Internet dan Fiber Optik bagi Siswa di Kampung Internet Praya Barat

Komdigi Gelar Pelatihan Internet dan Fiber Optik bagi Siswa di Kampung Internet Praya Barat

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar pelatihan teknologi internet bagi siswa di sekitar Kampung Internet untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknologi sejak dini. Kegiatan ini berlangsung di SMK Islam Nurul Qolbi, Desa Setanggor, Praya Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (22/4/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Kampung Internet yang tidak hanya berfokus pada penyediaan akses jaringan, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda di desa. Staf Khusus Menteri Komdigi, Alfreno Kautsar Ramadhan, mengatakan pengembangan Kampung Internet diarahkan menjadi ekosistem berkelanjutan melalui peningkatan kompetensi masyarakat.

“Sesuai dengan arahannya Ibu Menteri, kampung internet ini menjadi sebuah ekosistem. Jadi setelah kita menyediakan internetnya, maka kita harus juga menyediakan perkembangannya. Salah satu perkembangan di sumber daya manusia hari ini adalah pelatihan,” ujar Alfreno.

Menurut Alfreno, pelatihan dirancang untuk membekali pelajar dengan kemampuan dasar hingga lanjutan dalam memanfaatkan internet secara produktif dan aman. Dalam narasi Kampung Internet, Komdigi juga menjalankan program Telco Hub yang menyasar siswa SMK di sekitar lokasi Kampung Internet untuk mendapatkan pelatihan teknisi fiber optik.

“Jadi dalam narasi kampung internet kita juga punya yang namanya Telco Hub. Telco Hub ini adalah kita melatih para anak-anak SMK yang dekat sekitaran kampung internet itu untuk menerima pelatihan teknisi fiberoptik,” tambahnya.

Melalui skema tersebut, para siswa mendapatkan pelatihan teknis fiber optik yang dilaksanakan bekerja sama dengan penyedia layanan internet (ISP). Pengelola Jaringan Multimedia Indonesia, Johan, menyebut pihaknya bertanggung jawab memberikan pelatihan sekaligus memberdayakan talenta lokal di wilayah penerima manfaat.

“Karena tidak mungkin kita ambil talent-talent dari luar,” tegas Johan.

Johan menjelaskan, pelatihan diberikan hingga peserta dinilai mampu melakukan perawatan jaringan dan proses aktivasi layanan. Program juga dilanjutkan dengan pelatihan lapangan, sebelum dilakukan seleksi peserta yang dinilai siap untuk direkrut bekerja.

“Ini berlanjut ke training di lapangan, dari training di lapangan itu nanti kita pilih yang siap kita rekrut untuk bekerja,” ujarnya.

Adapun materi pelatihan meliputi pengenalan perangkat pasif dan aktif, proses penyambungan (splicing), hingga penanganan gangguan (troubleshooting) jaringan.

Sejumlah siswa mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Siswi SMK Islam Nurul Qolbi, Ana Muliana, mengatakan kegiatan ini menambah pemahamannya tentang teknologi internet. “Makanya kita ikut pelatihan supaya bisa tahu bagaimana teknologi internet itu,” katanya.

Siswa lainnya, Kamarudin, menilai pelatihan memberikan pengalaman baru meski terdapat tantangan dalam praktik. “Di situ banyak tombol-tombol yang harus kita perhatikan,” imbuhnya.

Melalui pelatihan ini, Komdigi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperluas akses digital, tetapi juga menyiapkan talenta lokal yang dapat mendukung keberlanjutan ekosistem Kampung Internet di berbagai daerah.