BERITA TERKINI
Menhub: One Way dan Teknologi Berbasis AI Tekan Kecelakaan Selama Lebaran 2026

Menhub: One Way dan Teknologi Berbasis AI Tekan Kecelakaan Selama Lebaran 2026

JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa penerapan sistem one way dan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan berperan dalam menekan angka kecelakaan selama periode Lebaran 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya menjaga kelancaran arus mudik dan balik, tetapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah sistem one way nasional yang dijalankan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di sejumlah koridor mudik dan arus balik. Skema ini mengarahkan pergerakan kendaraan untuk mengurangi kepadatan di titik-titik rawan.

“Keselamatan harus tetap menjadi orientasi utama kita bersama, karena keberhasilan penyelenggaraan transportasi bukan semata diukur dari lancarnya arus pergerakan,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data Korlantas Polri, angka kecelakaan selama Lebaran 2026 tercatat turun 5,75 persen. Sementara itu, tingkat fatalitas korban meninggal dilaporkan turun 30,41 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dudy menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan transportasi juga diukur dari kemampuan memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman. “Keberhasilan penyelenggaraan transportasi juga diukur dari sejauh mana kita mampu memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung aman dan selamat,” katanya.

Selain rekayasa lalu lintas, pemerintah mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung pengelolaan arus kendaraan. Salah satu yang digunakan adalah Intelligent Traffic Control System, yang memanfaatkan kamera dan sensor untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time. Data yang terkumpul kemudian dipakai untuk mengatur lampu lalu lintas secara adaptif sesuai tingkat kepadatan.

Pemerintah juga mengembangkan sistem traffic counting berbasis AI, seperti SITRACING, untuk menghitung volume kendaraan. Informasi tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan lalu lintas yang dinilai lebih tepat.

Pemanfaatan teknologi lain dilakukan melalui penggunaan drone untuk inspeksi infrastruktur jalan serta pemantauan kondisi lapangan secara cepat, termasuk di area yang sulit dijangkau.

Di sisi layanan, digitalisasi turut mendukung upaya keselamatan. Sistem pendaftaran uji kendaraan secara daring melalui SITARU disebut mempermudah masyarakat mengakses layanan uji kelayakan kendaraan.

Upaya peningkatan keselamatan juga diperkuat melalui kampanye digital dan program edukasi, salah satunya SA-RI Card yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.

Dudy menilai kombinasi rekayasa lalu lintas dan teknologi menjadi faktor penting dalam menekan risiko kecelakaan. Ia berharap pendekatan tersebut terus dikembangkan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. “Harapannya, penyelenggaraan angkutan Lebaran ke depannya akan semakin lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan transportasi, termasuk Operasi Ketupat. “Harapan masyarakat semakin tinggi terhadap kita, sehingga sudah menjadi kewajiban kita bersama semua, seluruh stakeholder dalam penyelenggaraan transportasi, penyelenggaraan angkutan, maupun Operasi Ketupat untuk menjadi lebih baik lagi,” kata Dudy.