BERITA TERKINI
Menkomdigi Janji Internet Murah untuk 10,8 Juta Rumah Tangga pada 2030

Menkomdigi Janji Internet Murah untuk 10,8 Juta Rumah Tangga pada 2030

Pemerintah berjanji menghadirkan layanan internet murah bagi masyarakat, dengan sasaran utama 10,8 juta rumah tangga pada 2030. Komitmen itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin.

Meutya menjelaskan, program internet murah tersebut akan memanfaatkan teknologi Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) pada pita frekuensi radio 1,4 GHz. Menurutnya, pada 2025 program memasuki tahap persiapan dan saat ini sudah siap dioperasikan secara bertahap.

“Untuk internet murah yang berkualitas dengan 1,4 GHz untuk 2025 proses persiapan dan saat ini sudah siap dioperasikan secara bertahap dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah di tahun 2030,” kata Meutya.

Untuk target jangka pendek, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan 1,99 juta rumah tangga akan menerima manfaat layanan internet murah pada 2026.

Dalam rapat yang sama, Meutya memaparkan perkembangan cakupan jaringan seluler. Layanan 4G disebut telah menjangkau 98,95 persen populasi penduduk Indonesia, sementara jaringan 5G baru menjangkau 6,33 persen luas permukiman.

Kemkomdigi menargetkan perluasan jangkauan 5G hingga 8,5 persen luas permukiman. Upaya itu direncanakan melalui lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada tahun ini. “Rencana kami untuk menggelar lelang dari frekuensi 5G mudah-mudahan di tahun 2026 bisa dapat kita capai untuk jangkauan 8,5 persen luas pemukiman,” ujar Meutya.

Selain itu, Kemkomdigi menyatakan terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband. Untuk mendukung layanan fixed broadband berkecepatan 100 Mbps, kementerian mengalokasikan spektrum baru serta menyiapkan skema jaringan terbuka yang mendorong keterlibatan banyak pihak dan memungkinkan layanan berharga terjangkau.

Pemerintah juga mengupayakan penggunaan teknologi nirkabel untuk menyediakan akses internet ke rumah-rumah yang sulit dijangkau jaringan fiber optik, seperti kawasan permukiman padat di gang-gang sempit.