BERITA TERKINI
Minat Investasi Emas Meningkat pada 2026, Ini Tujuh Aplikasi Jual Beli yang Banyak Dipertimbangkan

Minat Investasi Emas Meningkat pada 2026, Ini Tujuh Aplikasi Jual Beli yang Banyak Dipertimbangkan

Jakarta — Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi emas terus meningkat pada 2026. Emas dinilai sebagai instrumen yang relatif stabil, tahan inflasi, dan mudah dicairkan. Di saat yang sama, perkembangan layanan digital membuat proses jual beli emas kian praktis karena dapat dilakukan melalui aplikasi di smartphone.

Lewat platform digital, pengguna tidak lagi harus datang ke toko emas. Sejumlah aplikasi menawarkan transaksi yang lebih cepat dan transparan, disertai fitur tambahan seperti penyimpanan, cicilan, hingga penjualan kembali secara instan. Namun, calon investor—terutama pemula—tetap perlu memahami perbedaan layanan, fitur keamanan, serta biaya transaksi sebelum menentukan pilihan sesuai tujuan investasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Berikut tujuh aplikasi jual beli emas yang disebut layak dipertimbangkan pada 2026.

1. Pegadaian Digital
Aplikasi Pegadaian Digital disebut menjadi pilihan karena reputasinya yang sudah lama dan berada di bawah pengawasan BUMN. Pengguna dapat membeli emas mulai dari 0,01 gram. Fitur yang tersedia antara lain Tabungan Emas, Cicil Emas, Cetak Emas Fisik, serta Gadai Emas. Karena emas disimpan di lembaga resmi, aspek keamanan dinilai lebih terjamin. Pengguna juga dapat datang ke kantor Pegadaian untuk mencetak atau mengambil emas.

2. Pintu
Pintu dikenal sebagai aplikasi aset kripto yang disebut telah diunduh lebih dari 10 juta kali, menawarkan lebih dari 320 token, dan dinyatakan terdaftar serta diawasi OJK. Aplikasi ini menyediakan fitur seperti Pintu Earn, Auto DCA, Pintu Academy, dan Pintu Pro. Dalam konteks emas, Pintu menawarkan emas berbasis kripto yang menggunakan teknologi blockchain, dengan nilai yang mengikuti harga emas dunia secara real-time dan transaksi yang berlangsung instan. Keunggulan yang disebut antara lain pembelian mulai nominal kecil, transaksi 24 jam, spread kompetitif, pemantauan lewat grafik harga, serta tanpa kebutuhan menyimpan emas fisik. Disebut pula bahwa exchange Pintu terdaftar di OJK dan Bappebti, menerapkan keamanan berlapis seperti 2FA dan verifikasi biometrik, mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022, serta menyimpan aset pengguna di PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) dan Fireblocks.

3. Tokopedia Emas
Tokopedia menyediakan fitur emas digital melalui kerja sama dengan lembaga penyedia emas resmi. Layanan ini terintegrasi dengan ekosistem aplikasi belanja, termasuk kemudahan pembayaran instan dan e-wallet. Nominal pembelian disebut terjangkau sehingga ramah bagi pemula, meski fitur investasinya dinilai masih terbatas karena fokus utama Tokopedia tetap sebagai marketplace.

4. Shopee Emas
Shopee menghadirkan layanan emas digital yang memungkinkan pengguna membeli, menyimpan, dan menjual emas dari aplikasi. Disebutkan bahwa promo atau cashback pada momen tertentu dapat membuat harga beli lebih menarik. Antarmukanya juga disebut sederhana, namun fitur analisis investasi belum selengkap aplikasi yang khusus berfokus pada investasi.

5. Indogold
Indogold disebut sebagai platform investasi emas yang telah cukup lama beroperasi di Indonesia. Layanannya mencakup emas digital dan pembelian emas fisik, termasuk fitur menabung emas, mencetak emas batangan, serta pengaturan target tabungan. Indogold juga menyediakan layanan cicilan untuk pembelian bertahap.

6. Lakuemas
Lakuemas menawarkan ekosistem emas digital yang didukung jaringan toko offline. Pengguna dapat bertransaksi secara online sekaligus mencetak emas di gerai mitra. Keunggulan yang disorot adalah kombinasi layanan online dan offline, serta proses jual kembali yang relatif cepat karena harga mengikuti pasar harian.

7. Treasury
Treasury disebut sebagai salah satu pionir emas digital di Indonesia. Aplikasi ini memungkinkan pembelian emas dari nominal sangat kecil, bahkan mulai ribuan rupiah. Fitur yang tersedia antara lain autodebet dan tabungan rutin, sehingga pengguna dapat menabung emas secara konsisten. Platform ini juga disebut transparan terkait biaya dan penyimpanan.

Tren emas berbasis kripto
Selain emas fisik dan tabungan emas, tren yang mengemuka pada 2026 adalah emas berbasis kripto. Konsep ini memanfaatkan blockchain untuk merepresentasikan kepemilikan emas dalam bentuk token digital, dengan setiap token didukung cadangan emas asli sehingga nilainya mengikuti harga pasar global. Keunggulan yang disebut meliputi fleksibilitas perdagangan kapan saja, tidak perlu biaya penyimpanan fisik, lebih mudah dicairkan, modal kecil, dan transparansi.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih aplikasi
Sejumlah pertimbangan yang disarankan sebelum memilih aplikasi antara lain memastikan legalitas dan pengawasan resmi, mengecek biaya spread dan biaya penyimpanan, memilih aplikasi dengan tampilan yang mudah dipahami, serta menyesuaikan pilihan dengan tujuan investasi—apakah menginginkan emas fisik atau digital. Bagi yang berencana membeli perhiasan atau emas cetak, pemahaman mengenai perbedaan emas putih dan emas kuning juga disebut penting karena kadar dan nilai jualnya dapat berbeda.

Dengan makin banyaknya pilihan aplikasi, investasi emas pada 2026 dinilai semakin mudah dilakukan melalui smartphone—mulai dari membeli, menyimpan, hingga menjual. Namun, karakter tiap aplikasi berbeda, sehingga pengguna disarankan menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan strategi masing-masing.