YouTuber populer MrBeast, yang memiliki nama asli Jimmy Donaldson, mengumumkan perusahaannya, Beast Industries, telah mengakuisisi Step, sebuah aplikasi perbankan yang menyasar remaja dan Generasi Z. Step disebut telah menghimpun pendanaan lebih dari US$500 juta dan memiliki lebih dari 7 juta pengguna, dengan layanan yang ditujukan untuk membantu anak muda membangun kredit, menabung, dan berinvestasi.
Step sebelumnya menarik sejumlah investor ternama, termasuk Charli D'Amelio, Will Smith, The Chainsmokers, dan Stephen Curry, serta perusahaan dan dana seperti General Catalyst, Coatue, dan Stripe. Kemitraan dengan MrBeast—yang memiliki lebih dari 466 juta pelanggan di YouTube—dipandang sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan ke kalangan muda.
MrBeast menyatakan ia ingin memberikan jutaan anak muda landasan keuangan yang tidak ia miliki saat beranjak dewasa. Akuisisi ini juga sejalan dengan strategi ekspansi Beast Industries yang telah merambah bisnis di luar konten YouTube, mulai dari merek cokelat Feastables hingga paket telekomunikasi berbiaya terjangkau.
CEO Step, CJ MacDonald, mengatakan akuisisi tersebut diharapkan membantu memperluas platform dan menghadirkan lebih banyak produk inovatif untuk pelanggan yang lebih muda.
Sementara itu di Amerika Serikat, persidangan yang disebut bersejarah terkait kecanduan media sosial baru dimulai. Meta, pemilik Facebook dan Instagram, serta Google, pemilik YouTube, dituduh sengaja merancang aplikasi agar membuat anak-anak kecanduan. Gugatan diajukan oleh Kaley GM, perempuan berusia 20 tahun, yang menyatakan platform-platform tersebut menyebabkan dirinya mengalami depresi dan memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Pengacara Kaley mengeklaim dokumen internal menunjukkan perusahaan-perusahaan tersebut “membangun mesin untuk memanipulasi otak anak-anak” dan melakukannya secara sengaja. Meta dan Google membantah tuduhan itu, dengan menyatakan ada banyak faktor lain dalam kehidupan Kaley yang menjadi penyebab.
CEO Meta Mark Zuckerberg diperkirakan akan memberikan kesaksian, sementara persidangan disebut dapat berlangsung hingga Maret. Jika juri menyatakan perusahaan-perusahaan tersebut bertanggung jawab, putusan ini dinilai berpotensi menjadi titik balik yang membuka jalan bagi ribuan gugatan serupa di AS.
Di luar kasus ini, Meta dan platform lain dilaporkan menghadapi lebih dari 2.300 tuntutan hukum terkait kesehatan mental remaja. Secara global, sejumlah negara seperti Australia dan Spanyol telah melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial, mencerminkan meningkatnya reaksi keras terhadap perusahaan teknologi besar.
Di sektor antariksa, Elon Musk mengatakan SpaceX akan menunda sementara rencana mengirim manusia ke Mars dan mengalihkan fokus pada pembangunan “kota mandiri” di Bulan. Musk menyebut target tersebut dapat dicapai dalam waktu kurang dari 10 tahun, sedangkan upaya menetap di Mars bisa memakan waktu lebih dari 20 tahun.
Menurut Musk, akses ke Bulan lebih mudah karena peluncuran dapat dilakukan hampir setiap 10 hari, sementara kesempatan menuju Mars bergantung pada kesejajaran planet yang terjadi sekitar sekali setiap 26 bulan. Kondisi ini, menurutnya, memungkinkan SpaceX menguji dan meningkatkan kemampuan lebih cepat.
Meski demikian, Musk menegaskan SpaceX belum meninggalkan ambisi ke Mars dan menyebut rencana memulai pembangunan kota di planet merah itu dalam 5–7 tahun ke depan. Perubahan fokus ini juga sejalan dengan arahan pemerintah AS, mengingat NASA menargetkan pengembalian astronot ke Bulan pada 2027 melalui program Artemis. Namun, sejumlah ahli menilai jadwal tersebut berpotensi kembali mundur karena wahana pendarat SpaceX disebut belum siap.