Mulai 1 Maret, bank-bank akan serentak menerapkan aturan keamanan baru berdasarkan Surat Edaran 77/2025 yang dikeluarkan Bank Negara Vietnam. Dampaknya, sebagian pengguna berpotensi tidak dapat menarik atau mentransfer uang melalui aplikasi perbankan seluler jika perangkat mereka tidak memenuhi standar keamanan.
Dalam ketentuan baru ini, aplikasi perbankan tidak lagi sekadar menampilkan peringatan ketika mendeteksi risiko. Aplikasi dapat otomatis berhenti berfungsi atau langsung keluar saat ditemukan tanda-tanda yang dianggap mengancam keamanan.
Aturan tersebut mengidentifikasi tiga kelompok perangkat atau perilaku yang dapat membuat aplikasi perbankan tidak dapat digunakan. Pertama, ponsel yang diaktifkan dalam mode yang memungkinkan komputer melakukan intervensi mendalam pada sistem operasi, seperti mengaktifkan Android Debug Bridge (ADB), menggunakan mesin virtual, atau menjalankan aplikasi dalam lingkungan emulasi. Fitur ini umumnya dipakai pengembang, namun jika aktif di perangkat pribadi, sistem perbankan dapat menilainya sebagai risiko.
Kedua, kondisi ketika aplikasi perbankan dimodifikasi atau dipasang dari sumber tidak resmi. Jika perangkat lunak perbankan terdeteksi telah diubah atau disisipi kode asing, sistem dapat mengunci akses secara otomatis untuk melindungi data dan transaksi.
Ketiga, perangkat yang telah di-root (Android) atau di-jailbreak (iPhone). Tindakan ini merujuk pada upaya pengguna melewati mekanisme keamanan bawaan pabrikan. Ketika lapisan perlindungan tersebut dihapus, perangkat dinilai lebih rentan terhadap serangan sehingga aplikasi perbankan dapat menolak untuk berjalan.
Regulasi ini bersifat wajib bagi seluruh sistem lembaga kredit, bukan kebijakan yang hanya berlaku pada bank tertentu. Karena itu, menghapus aplikasi dari satu bank dan beralih ke bank lain tidak akan menghindarkan pengguna dari persyaratan teknis tersebut.
Untuk mengurangi risiko gangguan transaksi mulai 1 Maret, pengguna disarankan memeriksa kondisi perangkat. Ponsel sebaiknya tidak dalam keadaan di-root atau di-jailbreak, serta fitur yang memungkinkan intervensi sistem mendalam seperti ADB atau emulator perlu dinonaktifkan.
Pengguna juga dianjurkan mengunduh aplikasi perbankan dari toko aplikasi resmi dan rutin memperbarui sistem operasi maupun aplikasi sesuai rekomendasi bank, termasuk ketika berganti perangkat atau memasang ulang layanan. Menjaga perangkat tetap “bersih” dan menggunakan versi terbaru dinilai membantu transaksi lebih stabil serta mengurangi kemungkinan aplikasi terputus secara otomatis.