Banyak orang masih menganggap investasi memerlukan modal besar. Namun, perkembangan teknologi finansial membuat investasi bisa dimulai dari nominal kecil, termasuk sekitar Rp10 ribu, melalui aplikasi yang dapat diakses langsung dari ponsel.
Kemudahan ini mendorong tren investasi mikro, terutama di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda. Produk yang bisa diakses pun beragam, mulai dari emas digital, reksa dana, saham, hingga aset kripto, tanpa perlu datang ke kantor cabang atau mengurus proses yang rumit.
Di tengah banyaknya pilihan platform, calon investor pemula perlu lebih selektif. Aplikasi yang dipilih sebaiknya legal, terdaftar, serta memiliki sistem keamanan yang memadai agar dana dan data pengguna terlindungi. Kelengkapan fitur juga dapat membantu proses investasi dan transaksi berjalan lebih nyaman.
Berikut tujuh aplikasi investasi dengan modal sekitar Rp10 ribu yang dapat dipertimbangkan, sesuai kebutuhan dan pemahaman masing-masing pengguna.
1. Pintu
Pintu merupakan aplikasi investasi aset kripto yang menyediakan lebih dari 320 token. Platform ini juga menawarkan produk seperti emas kripto hingga saham tertokenisasi, dengan pembelian mulai sekitar Rp11 ribu dan dapat dilakukan kapan saja.
Dari sisi fitur, Pintu menyediakan fasilitas seperti Pintu Earn dan Auto DCA untuk pembelian rutin otomatis. Untuk pengguna yang membutuhkan fitur trading lanjutan, tersedia Pintu Pro yang mencakup Spot dan Futures. Pintu Futures menawarkan leverage hingga 25 kali, sementara versi web Pintu Pro dilengkapi fitur seperti grafik teknikal, limit order, kontrak perpetual, dan margin trading.
Dalam artikel ini disebutkan Exchange Pintu terdaftar resmi OJK dan Bappebti, dilengkapi keamanan berlapis seperti autentikasi dua faktor (2FA) dan verifikasi biometrik, serta mengantongi sertifikasi ISO 27001:2022. Penyimpanan aset pengguna disebut dilakukan melalui PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) dan Fireblocks.
2. Bibit
Bibit dikenal ramah untuk pemula karena memanfaatkan teknologi robo advisor. Pengguna mengisi kuesioner singkat, lalu sistem akan merekomendasikan portofolio sesuai profil risiko, termasuk kombinasi reksa dana pasar uang, obligasi, dan saham. Setoran awalnya disebut mulai Rp10 ribu, dengan tampilan aplikasi yang sederhana.
3. Pegadaian Digital
Pegadaian Digital menawarkan tabungan emas yang dinilai cenderung stabil. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat membeli emas digital dengan nominal kecil, termasuk setara Rp10 ribu. Pengguna juga disebut dapat mencetak emas fisik kapan saja. Karena dikelola BUMN, Pegadaian dinilai memiliki tingkat kepercayaan tinggi bagi pemula.
4. Stockbit
Stockbit menggabungkan fitur transaksi saham dengan komunitas diskusi. Pengguna dapat membeli saham sekaligus membaca opini investor lain. Aplikasi ini juga menyediakan data fundamental, laporan keuangan, dan grafik harga real-time untuk membantu analisis sebelum membeli saham. Dengan modal kecil, pengguna disebut sudah bisa membuka rekening saham dan belajar bertahap.
5. Bareksa
Bareksa mengusung konsep marketplace investasi yang memuat beragam instrumen dalam satu aplikasi, mulai dari reksa dana, obligasi negara ritel, hingga emas digital. Setiap produk disertai informasi seperti kinerja historis, rating, dan profil risiko, sehingga memudahkan perbandingan sebelum memilih.
6. IPOT
IPOT menyediakan akses ke saham, reksa dana, dan ETF dalam satu akun. Platform ini juga menawarkan robot trading untuk membantu menjalankan strategi otomatis. Meski tampilannya disebut lebih kompleks, IPOT menyediakan materi edukasi agar pemula dapat belajar secara bertahap sebelum memanfaatkan fitur lanjutan.
7. BIONS
BIONS disebut menawarkan keamanan tambahan karena didukung sekuritas bank. Aplikasi ini menyediakan riset pasar, berita saham, serta rekomendasi investasi. Proses transfer dana juga terintegrasi dengan rekening bank, sehingga dinilai praktis bagi pemula yang mengutamakan kredibilitas dan kemudahan transaksi.
Secara umum, pilihan aplikasi dapat disesuaikan dengan pemahaman dan kebutuhan, apakah ingin memulai dari reksa dana, emas, saham, atau aset kripto. Artikel ini juga mengingatkan bahwa aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas tinggi karena harga yang fluktuatif. Investor disarankan melakukan riset mandiri (DYOR) dan menggunakan dana yang tidak dipakai dalam waktu dekat.