Sejumlah persoalan mendasar di Kecamatan Maratua mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Ruang Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Rabu (11/2/2026) malam. Mulai dari belum adanya kantor camat permanen hingga jaringan internet yang dinilai belum stabil menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
Camat Maratua Ariyanto menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang menurutnya mendesak dan perlu menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Berau. Ia mengakui tidak semua usulan dapat langsung diakomodasi karena efisiensi anggaran, namun berharap kebutuhan dasar pelayanan publik tetap mendapat perhatian.
“Beberapa hal ini sifatnya mendasar dan menyangkut pelayanan publik,” kata Ariyanto.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengadaan lahan untuk TK Negeri. Saat ini, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan TK kampung. Selain itu, Kantor Camat Maratua disebut belum memiliki bangunan sendiri dan masih menyewa rumah warga untuk menjalankan roda pemerintahan.
“Ini semoga jadi perhatian demi memberikan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan fasilitas pemerintahan dan pendidikan, pemerintah kecamatan juga mengajukan kebutuhan lain, antara lain mobil pengangkut sampah, alat fogging, perbaikan rumah dinas puskesmas, mobil operasional puskesmas, serta motor dinas untuk dokter gigi.
Dalam forum tersebut, Ariyanto turut mengusulkan pengadaan perangkat Starlink untuk mengatasi kendala jaringan internet di Maratua. Menurutnya, kondisi jaringan yang belum stabil berdampak pada pelayanan dan komunikasi, terutama di tengah kebutuhan layanan berbasis digital.
“Kondisi jaringan di Maratua masih belum stabil. Ini tentu berdampak pada pelayanan dan komunikasi. Apalagi di era digital seperti sekarang,” tambahnya.
Menanggapi usulan itu, Bupati Berau Sri Juniarsih meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir untuk mencatat dan menindaklanjuti usulan yang disampaikan, terutama yang memungkinkan dikerjakan.
“Tolong kepala-kepala OPD yang hadir catat dan tindaklanjuti mana yang memungkinkan dikerjakan,” tegasnya.
Sri Juniarsih juga meminta OPD tidak menunda pelaksanaan program apabila anggaran mencukupi. “Kalau mencukupi, jangan menunggu tahun depan. Kalau bisa dikerjakan tahun ini, kerjakan segera,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Maratua karena Musrenbang tahun ini tidak dapat digelar langsung di wilayah tersebut. Ia menyebut cuaca buruk dan tingginya gelombang laut membuat perjalanan menuju Maratua berisiko.
“Saat ini sedang musim gelombang dan saya tidak berani menyeberang ke Maratua dengan kondisi seperti itu. Insya Allah tahun depan Musrenbang bisa digelar di Maratua seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.