BERITA TERKINI
Nadiem: Kesaksian Guru di Sidang Tunjukkan Chromebook Tetap Bisa Dipakai Meski Internet Terbatas

Nadiem: Kesaksian Guru di Sidang Tunjukkan Chromebook Tetap Bisa Dipakai Meski Internet Terbatas

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyatakan kesaksian sejumlah guru dalam persidangan menunjukkan laptop Chromebook tetap dapat digunakan meski akses internet terbatas. Menurut Nadiem, keterangan para guru yang dihadirkan di sidang turut mematahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pernyataan itu disampaikan Nadiem saat menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Nadiem menyebut persidangan tersebut menjadi momen yang emosional baginya karena menghadirkan tujuh guru dari berbagai daerah.

“Sidang yang paling emosional buat saya. Karena tujuh guru dari Aceh sampai Papua, semuanya terbang kesini untuk memberikan kesaksian mengenai bagaimana Chromebook mengubah pola belajar-mengajar di dalam ruang kelas mereka masing-masing,” kata Nadiem, dikutip Kamis (23/4).

Salah satu saksi, Denny Adelyta Tofani Novitasari, guru di Kota Sorong, Papua Barat Daya, mengatakan Chromebook masih berfungsi dengan baik meski telah digunakan sekitar lima tahun. Ia menuturkan perangkat tersebut membantu kegiatan pembelajaran, termasuk praktik Kimia secara virtual.

“Biasanya saya mengajak siswa untuk melakukan praktek Kimia secara virtual dan itu bisa dilakukan menggunakan Chromebook karena kami punya yang sudah touchscreen jadi itu lebih memudahkan anak-anak untuk memahami pembelajaran,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan Kepala Sekolah di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Arby William Mamangsa. Ia menyebut perangkat Chromebook dapat langsung menyala tanpa perlu menekan tombol power, serta tidak selalu membutuhkan koneksi internet karena masih bisa digunakan secara offline untuk mengakses layanan seperti Google Docs, Sheets, Slides, hingga Google Drive.

“Seluruh kebutuhan pembelajaran sudah terintegrasi dalam sistem, termasuk data guru dan siswa yang otomatis tersinkronisasi ke akun masing-masing, sehingga memudahkan akses, termasuk untuk input atau upload nilai,” ungkapnya.

Dalam persidangan yang sama, saksi ahli pendidikan Ina Liem menyatakan platform digital seperti Platform Merdeka Mengajar (PMM) menghasilkan penghematan anggaran pelatihan guru. Menurutnya, guru dapat meningkatkan kapasitas pada waktu luang tanpa perlu mengeluarkan biaya transportasi dan penginapan.

“Guru-guru bisa meningkatkan kapasitas di waktu luang tanpa harus membayar biaya transportasi dan penginapan yang selama ini sering terjadi,” jelas Ina.

Ina juga menanggapi isu rendahnya IQ nasional yang kerap dikaitkan dengan kegagalan sistem pendidikan. Ia menyebut data IQ 78 yang sempat viral berasal dari survei tahun 2018, sebelum masa jabatan Nadiem.