Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tabalar digelar di Pendopo Kecamatan Tabalar dan dibuka langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi, Kepala Bapelitbang Endah Ernany, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta enam kepala kampung.
Dalam forum tersebut, masyarakat wilayah pesisir menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai mendasar dan berpengaruh terhadap pembangunan. Camat Tabalar Tri Anggoro mengatakan pembangunan jalan di wilayahnya mulai dirasakan manfaatnya. Namun, ia menekankan masih ada persoalan yang lebih krusial, yakni ketidakjelasan tapal batas antar kampung dan kecamatan.
Tri menyebut beberapa wilayah masih saling klaim batas, termasuk dengan Kecamatan Biatan, Sambaliung, hingga Kampung Pilanjau. Menurutnya, ketidakpastian batas wilayah membuat pemerintah kampung kesulitan menjalankan program.
Selain tapal batas, Musrenbang juga menyoroti kebutuhan normalisasi saluran air melalui pembangunan drainase, penyediaan air bersih untuk enam kampung, serta kebutuhan listrik dan internet di Radak, Buyung-Buyung, Semurut, dan Tabalar Muara. Dalam pembahasan, disebutkan kendala pemasangan tiang listrik dan jaringan wifi masih terjadi di sejumlah titik.
Dari Musrenbang di tingkat kampung sebelumnya, terkumpul 582 usulan prioritas dari enam kampung. Di tengah banyaknya kebutuhan, Bupati Sri Juniarsih mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah tidak lagi longgar. Penurunan dana transfer pusat disebut berdampak pada anggaran daerah, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) yang turun signifikan.
Ia mendorong pemerintah kampung memaksimalkan potensi alam dan pariwisata, terutama karena wilayah pesisir dinilai kaya sumber daya. Bupati juga meminta kepala kampung lebih kreatif dan inovatif agar kampung dapat mandiri secara ekonomi, serta memanfaatkan akses jalan menuju pesisir yang semakin baik untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati meminta OPD memetakan usulan sesuai prioritas. Dari ratusan usulan yang masuk, dua hingga tiga program per kampung diupayakan dapat diakomodasi. Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan akan dilakukan secara bertahap.
Data status perkembangan kampung di Tabalar juga disampaikan. Dari enam kampung, Tubaan berstatus mandiri; Tabalar Muara, Buyung-Buyung, dan Harapan Maju berstatus maju; sedangkan Tabalar Ulu dan Semurut berstatus berkembang. Musrenbang Tabalar menjadi penegasan bahwa pembangunan wilayah pesisir tidak hanya menyangkut infrastruktur jalan, tetapi juga kepastian wilayah, layanan dasar, dan konektivitas.