Pemerintah Kabupaten Flores Timur tengah mengembangkan aplikasi Lamaholot Digital bernama E-Gemohi yang ditujukan untuk menghubungkan proses produksi, pembiayaan, hingga pemasaran. Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen mengatakan aplikasi tersebut dirancang untuk membantu produksi, pembiayaan usaha tanam, serta pemasaran melalui marketplace lokal.
Nama E-Gemohi diambil dari tradisi gemohing atau gotong royong masyarakat Lamaholot di Flores Timur. Menurut Antonius, pada sisi hulu pembiayaan usaha tanam akan didorong melalui kerja sama dengan perbankan dan pemerintah kabupaten. Sementara pada sisi hilir, pemerintah menyiapkan marketplace lokal, termasuk untuk mendukung pemasokan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Antonius menyebut mekanisme harga akan ditentukan oleh dapur atau SPPG. Pemasok yang sudah ada tetap dilibatkan melalui sistem pembelian berbasis aplikasi, sedangkan pengendalian kualitas (QC) dilakukan oleh dapur di gudang desa. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Pendiri Komunitas Kail Sejahtera Berbasis Digital, Antonius Ratu Baki, bersama timnya di Aula Hotel Asa Larantuka, Jumat, 6 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Antonius menilai program MBG memiliki potensi besar untuk membangun desa melalui sistem pasokan berbasis desa serta pengembangan usaha tanam komoditas MBG di desa. Ia juga menyampaikan pemanfaatan teknologi dinilai dapat membantu mewujudkan berbagai program yang sebelumnya sulit dilakukan, termasuk Program One Village One Product (OVOP) hingga NTT Mart terintegrasi, tanpa bergantung pada APBD.
Antonius meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTT, termasuk dorongan kepada perbankan untuk pembiayaan, serta kontrak pasokan antara SPPG dan BUMDes atau Kopdes. Ia menambahkan, sebanyak 30 dapur MBG akan dibangun di Flores Timur, dengan rencana setiap desa menjadi bagian dari sistem pasokan pangan melalui vendor berbasis aplikasi yang terhubung langsung dengan SPPG.
Menurut Antonius, langkah tersebut dinilai strategis untuk mengelola hulu dan hilir secara terpadu sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyatakan inisiatif tersebut merupakan langkah yang baik dan perlu segera dijalankan. Ia menekankan perlunya sinergi dengan perbankan agar seluruh ekosistem dapat berjalan bersama dan segera diimplementasikan.