BERITA TERKINI
Polisi Amankan Tiga Koordinator Aplikasi MBA di Pakuniran Probolinggo Usai Bonus Tak Cair dan Puluhan Member Menggeruduk

Polisi Amankan Tiga Koordinator Aplikasi MBA di Pakuniran Probolinggo Usai Bonus Tak Cair dan Puluhan Member Menggeruduk

PROBOLINGGO — Puluhan anggota (member) aplikasi MBA mendatangi rumah salah satu koordinator aplikasi tersebut di Desa/Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Senin (9/2) sore. Aksi itu dipicu kekecewaan warga karena bonus yang sebelumnya dijanjikan tidak kunjung dicairkan.

Kerumunan massa membuat aparat kepolisian turun tangan. Petugas gabungan mendatangi lokasi untuk menenangkan warga dan mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menjelaskan, kekecewaan warga memuncak setelah pencairan dana yang dijanjikan pada hari itu tidak terealisasi. Warga yang datang mayoritas perempuan dan menuntut pertanggungjawaban atas uang yang telah mereka setorkan.

Seiring waktu, member dari wilayah lain juga berdatangan sehingga jumlah massa bertambah dan memenuhi area sekitar rumah. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Forkopimca Pakuniran untuk meredam situasi.

Dalam penanganan tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga menjadi koordinator aplikasi MBA, yakni NH, SD, dan IS, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut Latif, kepolisian juga melakukan pendataan nilai kerugian para korban. Nominalnya bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 20 juta per orang. Para korban disebut tergiur tawaran keuntungan cepat yang diklaim bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dalam waktu singkat setiap pekan.

Hingga Selasa (10/2), pemeriksaan dan pendalaman terhadap para koordinator masih berlangsung untuk mengetahui peranan masing-masing dalam aplikasi tersebut. Polisi juga berencana berkoordinasi dengan kejaksaan dan saksi ahli untuk menelusuri legalitas aplikasi, termasuk memastikan apakah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak.

Kapolres mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi dengan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Ia meminta warga lebih waspada dan tidak mudah percaya pada skema yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal.

Berdasarkan penelusuran, aplikasi MBA disebut tengah disorot OJK. Aplikasi itu sebelumnya sempat tersedia di Play Store, namun kini tidak lagi ditemukan. Informasi yang beredar menyebut aplikasi MBA menjanjikan keuntungan tinggi dengan meminta anggota menanamkan modal dan mengundang orang lain.