BERITA TERKINI
Potongan Aplikasi Membuat Pengemudi Ojol di Bekasi Memperpanjang Jam Kerja hingga 17 Jam Sehari

Potongan Aplikasi Membuat Pengemudi Ojol di Bekasi Memperpanjang Jam Kerja hingga 17 Jam Sehari

BEKASI — Besarnya potongan dari aplikasi ojek online membuat sebagian pengemudi harus memperpanjang jam kerja untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, penghasilan bersih yang diterima pengemudi disebut semakin tergerus oleh berbagai skema pemotongan.

Kondisi itu dirasakan Deni Marwan (34), pengemudi ojek online di Kota Bekasi yang telah menjalani profesi tersebut selama enam tahun. Sejak 2018, ia menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber penghasilan utama setelah kesulitan mendapatkan pekerjaan lain.

“Saya sudah dari 2018 jadi driver ojek online. Awal mulanya karena cari kerjaan agak susah, jadi terpaksa narik ojol,” ujar Deni saat ditemui di sekitar Stasiun Bekasi, Jumat (6/2/2026).

Menurut Deni, potongan aplikasi merupakan persoalan lama yang hingga kini masih menjadi keluhan utama para pengemudi. Ia menyebut potongan per perjalanan saat ini berkisar 15 hingga 20 persen.

Beban pengemudi, kata Deni, bertambah dengan adanya program tambahan dari pihak aplikasi. “Sekarang ada program namanya ‘Hemat’. Jadi selain potongan per trip, mendaftar program itu juga kena potongan lagi. Artinya, dua kali potongan,” kata dia.

Deni menilai pihak aplikasi tidak pernah memberikan penjelasan secara rinci terkait mekanisme maupun alasan pemotongan ganda tersebut. Akibatnya, pendapatan bersih yang diterima pengemudi semakin menipis.

“Terkait potongan, dampaknya jelas pendapatan pasti berkurang. Cuma kalau orderan lancar, saya pribadi masih bisa jalan. Tapi tetap berharap ke depannya jangan terlalu banyak potongan,” ujarnya.

Untuk mengejar target penghasilan, Deni mengaku harus memperpanjang jam kerja. Ia biasanya mulai bekerja pukul 07.00 dan pulang paling malam pukul 00.00. Dalam sehari, ia dapat menyelesaikan sekitar 20 perjalanan.

Dengan jam kerja hampir 17 jam per hari, Deni menyebut penghasilan bersihnya berkisar Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari setelah dikurangi biaya bensin dan makan.

Penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Deni menanggung istri dan satu anak serta tinggal di rumah kontrakan. “Biaya hidup makin mahal, tapi alhamdulillah cukup, yang penting enggak neko-neko,” ucapnya.

Meski jam kerja panjang dan risiko di jalan cukup tinggi, Deni mengaku belum terpikir untuk beralih profesi. Ia menilai pendapatan sebagai pengemudi ojek online masih relatif lebih pasti dibandingkan pekerjaan lain.