Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendorong perubahan besar di Desa Jeruk Manis, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Desa yang sebelumnya dikenal terpencil di kaki Gunung Rinjani itu kini mengalami peningkatan akses komunikasi, layanan pemerintahan, hingga geliat pariwisata.
Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, mengatakan sebelum internet masuk, desanya nyaris terisolasi dari akses komunikasi. Ia menyebut jaringan telepon pun sulit didapat, sehingga warga harus keluar desa untuk mengirim pesan.
Menurut Nasipudin, kehadiran internet turut mengubah pelayanan pemerintahan desa. Sistem yang sebelumnya dikerjakan secara manual kini beralih ke layanan digital yang dapat diakses secara real-time. Warga juga disebut bisa mengurus kebutuhan administrasi dari rumah, termasuk surat-menyurat yang dapat dilakukan secara online.
Dampak lain terlihat pada sektor pariwisata. Sejak 2023, masyarakat mulai mengembangkan homestay secara mandiri dan jumlahnya kini sekitar 50 unit. Nasipudin menuturkan, sebelumnya wisatawan yang datang cenderung menginap di desa lain. Namun setelah akses internet tersedia, homestay di Jeruk Manis berkembang dan tamu mulai memilih tinggal di desa tersebut.
Ia juga menyampaikan peningkatan kunjungan wisatawan terjadi secara drastis. Jika sebelumnya hanya beberapa orang yang menginap dalam sebulan, kini tingkat hunian disebut bisa hampir penuh setiap bulan, bahkan pada periode low season, dengan kenaikan hingga ratusan persen.
Nasipudin menilai akses internet menjadi kebutuhan penting bagi wisatawan, termasuk mereka yang berwisata sambil bekerja. Ia menyebut promosi homestay kini banyak dilakukan secara online, sementara wisatawan membutuhkan koneksi yang stabil selama menginap.
Nasipudin berharap program internet desa dapat berlanjut dan cakupannya ditambah seiring meningkatnya kebutuhan, terutama untuk mendukung sektor pariwisata.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan, menjelaskan Desa Jeruk Manis menjadi salah satu penerima program Kampung Internet dengan sekitar 70 titik akses. Mayoritas titik tersebut diperuntukkan bagi pelaku UMKM, seperti homestay, warung, dan usaha kecil lainnya.
Alfreno mengatakan satu titik internet dapat dibagikan kepada beberapa pengguna sehingga dampaknya bisa dirasakan lebih luas. Ia menambahkan, jumlah penerima manfaat bersifat dinamis, tergantung bagaimana masyarakat memanfaatkan dan mendistribusikan akses tersebut.