BERITA TERKINI
Program Kampung Internet Perkuat Layanan Desa, UMKM, dan Homestay di Jeruk Manis Lombok Timur

Program Kampung Internet Perkuat Layanan Desa, UMKM, dan Homestay di Jeruk Manis Lombok Timur

Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran jaringan internet dinilai membantu layanan pemerintahan desa, mendukung pengembangan UMKM, serta menunjang sektor pariwisata setempat.

Kepala Desa Jeruk Manis, Nasipudin, mengatakan akses internet memudahkan aktivitas masyarakat sekaligus mempercepat tata kelola pemerintahan desa yang kini berbasis digital. Menurut dia, pelaporan administrasi desa juga sudah dilakukan secara daring.

“Masyarakat sekarang sudah bisa mengakses internet. Kami juga dari desa dituntut untuk mengirim laporan secara online, tidak lagi manual. Jadi jaringan internet ini sangat membantu kami,” ujar Nasipudin di Kantor Desa Jeruk Manis, Rabu (22/4/2026).

Nasipudin menyebut program tersebut menghadirkan sekitar 70 titik akses yang tersebar di wilayah desa. Penerima manfaatnya mencakup pelaku UMKM, sektor pendidikan, hingga warga yang mengelola homestay.

Ia menjelaskan, kebutuhan internet menjadi salah satu perhatian utama, terutama bagi pelaku usaha yang berkaitan dengan pariwisata. “Karena yang menjadi tantangan kami di sini, para UMKM itu terlebih di bidang wisata, rata-rata wisatawan yang datang ke kami itu yang jadi keluhannya itu adalah internet,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, ketersediaan jaringan internet disebut penting bagi pengelola homestay untuk meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan. Tercatat sekitar 50 homestay di Desa Jeruk Manis telah dilengkapi akses internet untuk menunjang pelayanan kepada tamu.

Desa Jeruk Manis memiliki empat dusun dengan jumlah penduduk sekitar 2.500 jiwa. Nasipudin menyampaikan, hampir seluruh masyarakat kini telah merasakan akses internet yang lebih memadai, meski jumlah titik akses masih dinilai belum sepenuhnya mencukupi.

“Kalau kami mau jujur sih memang 70 titik itu masih kurang tapi mudah-mudahan nanti lebih maksimal lagi dan kami bisa memanfaatkan yang sudah kami terima,” ujarnya.

Manfaat program ini juga dirasakan pelaku usaha lokal. Rahma, pemilik Warung dan Homestay Ilma, mengaku akses internet membantunya mempromosikan usaha melalui sejumlah platform media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan Snack Video.

Ia menuturkan promosi digital berdampak pada tingkat hunian homestay. Sebelumnya, tamu hanya sekitar 4–5 orang per bulan. Setelah aktif berpromosi di media sosial, dua unit homestay miliknya disebut hampir selalu terisi setiap hari.

Ke depan, Program Kampung Internet diharapkan dapat terus diperluas untuk memperkuat ekosistem digital desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis teknologi dan pariwisata lokal.

Sumber: infopublik.id