Qualcomm kembali membuka kemungkinan bekerja sama dengan Samsung untuk memproduksi system-on-chip (SoC) flagship mereka. Sinyal tersebut menguat setelah CEO Qualcomm Cristiano Amon dilaporkan mengunjungi Korea dan bertemu jajaran eksekutif Samsung.
Pertemuan itu disebut berfokus pada pembahasan produksi chip dengan proses fabrikasi 2 nanometer (2nm). Samsung diketahui menjadi pihak yang lebih dulu menyiapkan proses tersebut melalui Exynos 2600.
Dalam pembahasan tersebut, nama Snapdragon 8 Elite Gen 6 mulai mencuat. SoC ini berpotensi diproduksi oleh Samsung apabila kesepakatan benar-benar tercapai dalam waktu dekat. Diskusi mengenai kemungkinan ini juga bukan hal baru, karena Qualcomm sudah membicarakannya sejak ajang CES pada awal tahun.
Jika kerja sama terealisasi, ini bukan kali pertama Qualcomm menggandeng Samsung sebagai mitra produksi. Dalam beberapa tahun sebelumnya, sejumlah SoC flagship Qualcomm—termasuk Snapdragon 820/821, Snapdragon 865, Snapdragon 888, hingga Snapdragon 8 Gen 1—diproduksi oleh Samsung.
Namun setelah itu Qualcomm beralih ke TSMC untuk memproduksi varian Snapdragon 8+ Gen 1 dan generasi berikutnya. Peralihan tersebut dikaitkan dengan isu efisiensi daya dan panas pada proses fabrikasi Samsung saat itu, termasuk persoalan yield dan suhu yang dinilai kurang stabil.
Kini, situasinya disebut berubah karena Samsung dikabarkan telah membenahi dua masalah tersebut. Di sisi lain, pertimbangan biaya juga menjadi faktor, seiring harga produksi di TSMC yang terus meningkat dan mendorong Qualcomm melirik alternatif yang dinilai lebih kompetitif.
Ke depan, masih perlu dilihat apakah Snapdragon generasi berikutnya benar-benar kembali diproduksi oleh Samsung. Tidak tertutup kemungkinan pula produksi dilakukan oleh dua produsen chip tersebut, tergantung hasil negosiasi dan strategi Qualcomm.