Di tengah persaingan industri telekomunikasi, sejumlah operator menghadirkan inovasi berupa fitur akumulasi kuota atau rollover, yakni sisa kuota internet yang tidak terpakai dapat dibawa dan digunakan pada periode berikutnya.
Telkomsel, misalnya, memperkenalkan fitur akumulasi kuota untuk pelanggan SIMPATI. Dengan fitur ini, pelanggan tetap dapat menggunakan sisa kuota utama pada bulan berikutnya. VP Simpati Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, mengatakan fitur tersebut memberi keleluasaan lebih bagi pelanggan dalam mengatur pemakaian internet sehingga manfaat kuota menjadi lebih optimal sesuai kebutuhan.
“Fitur ini kami hadirkan agar pelanggan benar-benar dapat merasakan nilai lebih dari paket yang mereka pilih. Simpati memberi pilihan, yaitu paket dengan metode akumulasi bagi yang ingin kuotanya selalu bermanfaat, atau paket non akumulasi bagi yang mencari opsi lebih hemat,” kata Adhi.
Fitur serupa juga tersedia di Indosat melalui brand IM3. Perusahaan ini memiliki fitur akumulasi kuota atau rollover bagi pelanggan yang berlangganan paket Freedom Combo, sehingga kuota tidak hangus.
XL Smart juga menawarkan fitur akumulasi kuota melalui Xtra Combo Flex. Paket ini memungkinkan sisa kuota, terutama kuota utama, tetap digunakan pada periode berikutnya selama paket diperpanjang atau diisi ulang sebelum masa berlaku berakhir.
Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Agung Harsoyo, menilai beragam produk tersebut merupakan langkah operator untuk mengikuti dinamika dan kebutuhan konsumen. Ia menjelaskan, pada awal masuknya layanan seluler di Indonesia, produk yang tersedia adalah pascabayar dengan skema tarif berdasarkan penggunaan (pay-as-you-use).
Seiring perubahan kebutuhan, operator kemudian menghadirkan produk prabayar yang pada awalnya juga menerapkan tarif berdasarkan penggunaan. Namun, menurut Agung, konsep tersebut dinilai memberatkan dan mahal oleh konsumen. Operator lalu mengembangkan produk paket berbatas waktu, baik untuk layanan bicara, SMS, maupun data, yang kemudian diminati dan bertahan hingga kini.
Menurut Agung, paket kuota rollover merupakan jawaban atas kebutuhan konsumen yang menginginkan kuota data mengikuti masa aktif kartu atau paket. “Justru saat ini operator selular mengeluarkan banyak pilihan tarif dan paket, baik itu tarif berdasarkan penggunaan, paket berbatas waktu, atau kuota rollover,” kata Agung dalam keterangannya, Jumat (6/20).
Ia juga menekankan industri telekomunikasi di Indonesia bersifat highly regulated, sehingga produk operator harus berada dalam koridor regulasi yang berlaku. Penetapan tarif, kata dia, diatur dalam Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.
“Secara prinsip, kerangka hukum telekomunikasi mengizinkan skema kuota berbasis waktu, dengan ketentuan transparansi informasi kepada konsumen,” ujar Agung.
Agar penggunaan layanan telekomunikasi lebih efektif dan efisien, Agung menyarankan konsumen membeli produk sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta lebih teliti membaca syarat dan ketentuan paket yang dipilih.