BERITA TERKINI
Studi di Amazon Peru: Hewan Bentuk Jaringan Peringatan Antarspesies di Kanopi Hutan

Studi di Amazon Peru: Hewan Bentuk Jaringan Peringatan Antarspesies di Kanopi Hutan

Sebuah penelitian di wilayah Amazon Peru menemukan bahwa hewan-hewan di hutan hujan membentuk jaringan komunikasi antarspesies yang memungkinkan informasi tentang ancaman menyebar cepat, terutama melalui sinyal peringatan suara di kanopi hutan.

Dalam studi tersebut, tim peneliti menggunakan burung pemangsa terlatih untuk memicu respons alarm dari burung dan primata. Setelah itu, mereka merekam serta memutar ulang suara-suara peringatan tersebut guna mengamati bagaimana komunitas hewan di hutan bereaksi.

Hasilnya menunjukkan burung-burung kecil yang hidup di kanopi—terutama yang berbobot kurang dari 100 gram—memainkan peran sentral dalam meneruskan sinyal. Sejumlah spesies burung juga dinilai menonjol karena peringatan yang kerap diulang dan diperkuat, termasuk nunbird berwajah hitam dan nunbird berwajah putih.

Jaringan peringatan ini tidak hanya melibatkan burung. Primata seperti monyet capuchin dan monyet laba-laba turut bereaksi terhadap suara bahaya dan dalam beberapa kasus kembali mengirimkan sinyal peringatan, sehingga informasi tentang predator dapat terus bergulir di antara penghuni hutan.

Namun, penelitian itu juga mencatat bahwa tidak semua sinyal menyebar luas. Panggilan peringatan yang berasal dari lapisan bawah hutan cenderung lebih jarang ditangkap atau direspons oleh spesies lain dibandingkan suara yang muncul dari kanopi.

Meski demikian, suara peringatan yang tidak banyak diteruskan tetap memengaruhi “lanskap akustik” hutan. Setelah sinyal bahaya terdengar, burung-burung kecil di kanopi atas dilaporkan hampir seketika menjadi hening, sementara burung-burung di kanopi bawah tetap aktif.

Temuan ini menguatkan gagasan bahwa kanopi Amazon bukan hanya pusat keanekaragaman hayati, tetapi juga berfungsi sebagai “jaringan informasi” tempat hewan saling memantau dan merespons. Tim peneliti menilai perubahan pola suara—terutama keheningan yang datang tiba-tiba—dapat menjadi penanda adanya ancaman predator di lingkungan sekitar.

Studi tersebut juga dipandang melengkapi konsep “wood wide web”, yakni sistem komunikasi tumbuhan melalui akar dan jamur, dengan menunjukkan bahwa hewan pun memiliki jaringan pertukaran informasi mereka sendiri yang beroperasi di ketinggian kanopi, jauh di atas permukaan tanah.