BERITA TERKINI
Uninstall TikTok di AS Melonjak, Aplikasi UpScrolled Mendadak Naik Daun

Uninstall TikTok di AS Melonjak, Aplikasi UpScrolled Mendadak Naik Daun

Entitas TikTok di Amerika Serikat yang baru dibentuk memulai langkahnya dengan tantangan. Data terbaru menunjukkan gelombang pengguna di AS menghapus aplikasi tersebut, dipicu frustrasi atas masalah teknis dan kekhawatiran terkait privasi. Sebagian pengguna juga dilaporkan beralih ke aplikasi pesaing.

Perusahaan analitik Sensor Tower mencatat angka penghapusan (uninstall) TikTok di AS melonjak 150% dibanding tiga bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, analis Sensor Tower menyebut pertumbuhan pengguna aktif harian TikTok di AS hanya sekitar 2% dan cenderung stagnan dari minggu ke minggu.

Sejumlah kendala teknis disebut menjadi salah satu pemicunya. TikTok menuding pemadaman listrik di salah satu pusat data (data center) sebagai penyebab berbagai bug, termasuk gangguan yang memengaruhi jumlah tayangan serta waktu muat konten. Hingga kini, perusahaan belum memberikan kepastian kapan perbaikan akan rampung.

Di sisi lain, beredar pula unggahan di media sosial yang memunculkan kekhawatiran tentang kebijakan baru TikTok terkait pengumpulan informasi sensitif, seperti ras atau etnis, orientasi seksual, status imigrasi, kewarganegaraan, hingga informasi keuangan. Namun, ketentuan tersebut disebut bukan hal baru jika dibandingkan dengan kebijakan privasi sebelumnya. Versi arsip kebijakan privasi TikTok pada Agustus 2024 juga memuat ketentuan yang sama.

Di tengah situasi itu, aplikasi independen bernama UpScrolled mengalami lonjakan minat. Aplikasi tersebut menempati urutan kesembilan aplikasi paling banyak diunduh di App Store AS dan menjadi aplikasi sosial terpopuler kedua, sementara posisi pertama ditempati Threads milik Meta.

UpScrolled juga masuk jajaran lima besar di toko aplikasi Inggris dan Australia. Di AS, kenaikan popularitasnya dinilai berkaitan dengan perubahan situasi di TikTok.

Berdasarkan estimasi App Figures, UpScrolled mencatat sekitar 41.000 unduhan di sekitar hari peresmian usaha patungan TikTok AS. Aplikasi yang pertama kali dirilis pada Juni itu telah diunduh sekitar 140.000 kali secara total di toko aplikasi Apple dan Google.

Sebelum lonjakan tersebut, UpScrolled rata-rata diunduh kurang dari 500 kali per hari. Peningkatan unduhan yang tajam ini disebut memicu beberapa kendala, sehingga pihak perusahaan meminta pengguna bersabar.

Dikembangkan oleh pengembang asal Australia, UpScrolled memiliki tampilan yang sedikit menyerupai Instagram. Pengguna dapat berbagi foto dan video pendek. Secara default, aplikasi menampilkan feed kronologis, meski tetap menyediakan rekomendasi konten bagi pengguna.

Dalam FAQ di situsnya, UpScrolled menyebut pendanaan berasal dari pendirinya, Issam Hijazi, bersama sekelompok kecil investor individu yang memiliki misi dan nilai yang sama. Saat ini, aplikasi tersebut disebut masih bebas iklan.

Fenomena aplikasi yang diuntungkan dari gejolak TikTok bukan hal baru. Aplikasi asal China, RedNote, sempat menduduki peringkat teratas di AS pada awal tahun lalu ketika TikTok menghadapi ancaman pemblokiran. Namun, popularitas RedNote disebut tidak bertahan lama karena pemblokiran TikTok berakhir dalam hitungan jam.

Dengan adanya pemilik baru di TikTok dan meningkatnya frustrasi akibat masalah teknis, peluang bagi layanan video pendek baru dinilai terbuka. UpScrolled tampaknya berupaya memanfaatkan celah tersebut dengan menekankan bahwa setiap unggahan memiliki kesempatan yang adil untuk dilihat.