Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan pelaksanaan Indonesia Open Network (ION) dapat membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang, terutama dalam memperluas akses ke pasar digital. Pernyataan itu disampaikan Nezar dalam acara “12th Annual Indonesia Economic Forum” di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Menurut Nezar, ION berpotensi membantu UMKM masuk ke perdagangan digital dengan membuka akses pasar yang lebih luas tanpa ketergantungan pada satu platform. Ia menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, banyak UMKM masih menghadapi hambatan untuk berkembang karena sejumlah faktor dalam ekosistem ekonomi digital.
Nezar menjelaskan, kendala yang kerap dihadapi UMKM antara lain komisi yang tinggi, keterbatasan akses data, serta sistem platform yang tertutup. “Banyak UMKM kesulitan masuk ke ekonomi digital karena biaya dan keterikatan platform. ION membuka pilihan agar pelaku usaha bisa ditemukan dan bertransaksi lintas aplikasi,” kata Nezar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia juga menyoroti besarnya potensi ekonomi digital Indonesia melalui transaksi digital. Nezar menyebut, pada akhir 2026 ekonomi digital Indonesia diproyeksikan melampaui nilai USD 130 miliar, dengan kurs 1 USD setara Rp16.881.
Selain itu, Nezar mengungkapkan Indonesia memiliki 64,2 juta UMKM yang berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menopang hampir 97 persen tenaga kerja. Namun, ia menilai pertumbuhan ekonomi digital belum dirasakan merata.
“Pada paruh pertama tahun ini, tercatat lebih dari 6 miliar transaksi QRIS, namun pertumbuhan tersebut belum dirasakan merata. Meski begitu, masih banyak pelaku usaha di luar kota besar yang sulit mengakses pasar digital secara adil,” ujarnya.