BERITA TERKINI
IHSG Terkoreksi 13,8% hingga 21 April 2026, Ini Pertimbangan Memilih Aplikasi Saham di Tengah Momentum Re-Rating

IHSG Terkoreksi 13,8% hingga 21 April 2026, Ini Pertimbangan Memilih Aplikasi Saham di Tengah Momentum Re-Rating

Jakarta—Menutup kuartal pertama 2026, pasar saham Indonesia berada dalam fase koreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun lebih dari 13,8% secara year-to-date (YTD) per 21 April, yang dalam laporan ini dikaitkan dengan dinamika geopolitik di Selat Hormuz serta rebalancing indeks MSCI. Meski terkoreksi, kondisi tersebut digambarkan bukan sebagai hilangnya likuiditas, melainkan terbentuknya diskon valuasi yang lebih dalam.

Di sisi fundamental, aktivitas pasar disebut tetap tangguh. Jumlah investor tercatat menembus 20,2 juta Single Investor Identification (SID), dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp20,66 triliun.

Selain faktor domestik, momentum re-rating pasar disebut turut ditopang pengakuan atas peningkatan transparansi oleh MSCI yang dikaitkan dengan reformasi OJK, BEI, dan KSEI. Optimisme juga diperkuat oleh langkah Danantara—disebut sebagai sovereign wealth fund beraset USD 1 triliun—yang disebut siap memarkir dividen BUMN di pasar modal, dan langkah itu diklaim telah divalidasi oleh penasihatnya, Ray Dalio.

Dalam konteks sentimen yang bergerak cepat, kecepatan eksekusi transaksi menjadi salah satu perhatian. Namun, laporan ini menyoroti kebiasaan sebagian investor yang memecah portofolio ke banyak platform—misalnya aplikasi terpisah untuk reksa dana, saham global, aset kripto, atau sekadar memantau data pasar—yang dinilai dapat menambah beban biaya, termasuk fee transaksi dan fee investasi saham.

Berikut rangkuman lima aplikasi saham yang disebut dalam laporan tersebut, beserta fitur utama dan catatan risikonya.

1) Pluang
Pluang disebut menawarkan ekosistem multi-aset dengan lebih dari 12 juta pengguna. Platform ini menyatakan layanannya berizin dan diawasi Bappebti, OJK, dan Bank Indonesia. Dalam satu aplikasi, pengguna diklaim dapat mengakses lebih dari 2.000 produk investasi, termasuk kripto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, serta produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS, dengan struktur biaya yang disebut kompetitif.

Fitur yang disorot antara lain akses ke 950+ saham Indonesia, fitur analisis (Pro) seperti charting modern, stock screener, dan data finansial. Disebut pula adanya promo biaya trading 0% bagi pengguna, serta kemudahan top up melalui RDN BCA dan Bank Jago tanpa minimum deposit. Pluang juga disebut bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai perusahaan efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi OJK.

Catatan risiko yang disebutkan: meski berada dalam pengawasan regulator, harga saham dapat berfluktuasi sehingga pengguna perlu menyesuaikan pilihan saham dengan profil risikonya.

2) M-Stock (Mirae Asset Sekuritas)
M-Stock digambarkan berfokus pada perdagangan bursa domestik dan dirancang untuk pengguna yang mengandalkan data analitik tingkat lanjut. Fitur yang disebut mencakup real-time charts dan analisis teknikal.

Catatan risiko: fluktuasi harga saham serta beban biaya transaksi dan pajak perlu diperhitungkan sebelum bertransaksi.

3) IPOT (Indo Premier)
IPOT disebut menonjolkan otomasi eksekusi algoritma ritel melalui fitur RoboTrading. Platform ini juga disebut dilengkapi proteksi auto order, analisis teknikal berbasis charting dan indikator, serta akses instrumen fixed income (obligasi) dengan fee transaksi 0,19%–0,29%.

Catatan risiko: risiko pergeseran suku bunga pada fixed income disebut perlu dimitigasi sebelum mengaktifkan fitur robot trading.

4) BNI Sekuritas (BIONS)
BIONS disebut memfasilitasi transaksi saham BEI dan reksa dana. Fitur yang disorot termasuk fungsionalitas auto order dan antarmuka yang ramah pengguna. Biaya transaksi disebut berada pada kisaran 0,15%–0,35%.

Catatan risiko: fee investasi saham dan pajak disebut dapat memengaruhi margin bersih portofolio.

5) Mandiri Sekuritas (Growin’)
Growin’ disebut memfasilitasi transaksi saham, reksa dana, dan obligasi (fixed income), serta terintegrasi dengan ekosistem perbankan Livin’. Platform ini disebut menyediakan tampilan Pro View untuk trader aktif.

Catatan risiko: fasilitas margin Pay Later disebut dapat menimbulkan kewajiban utang, sehingga nasabah perlu mematuhi batasan profil risiko.

Langkah membeli saham Indonesia di Pluang (sesuai paparan laporan)
Proses yang dipaparkan meliputi: membuka aplikasi dan menyelesaikan pembukaan rekening online serta memastikan RDN terisi; mencari saham melalui watchlist dan mengetik kode emiten; masuk ke halaman transaksi lalu memilih “Beli/Buy”; menentukan jumlah pembelian berbasis lot atau nominal tunai; memilih tipe order (Limit/Market); dan mengonfirmasi transaksi setelah memeriksa rincian biaya, termasuk klaim promo fee transaksi 0%.

Tips memilih aplikasi saham
Laporan tersebut juga memuat sejumlah pertimbangan dalam memilih aplikasi saham, mulai dari aspek legalitas (pengawasan OJK dan Bappebti), efisiensi biaya (rincian fee transaksi dan fee investasi saham), aksesibilitas (antarmuka dan pembukaan rekening online), dukungan ekosistem (edukasi, komunitas, layanan pelanggan), hingga kelengkapan fitur investasi untuk diversifikasi dan analisis teknikal. Selain itu, investor diingatkan untuk mempertimbangkan dampak fragmentasi dana jika menggunakan terlalu banyak aplikasi untuk instrumen berbeda.

Momentum re-rating 2026
Dalam narasi laporan, koreksi IHSG 13,8% YTD disebut menciptakan peluang masuk strategis, dengan dukungan basis investor lokal yang besar dan aktivitas transaksi yang tetap tinggi. Katalis yang disebut termasuk pengakuan transparansi oleh MSCI serta langkah Danantara terkait dividen BUMN yang dikaitkan dengan validasi Ray Dalio. Di tengah dinamika tersebut, laporan menekankan pentingnya memilih platform yang sesuai kebutuhan, mempertimbangkan biaya, fitur, dan risiko masing-masing instrumen.