Perusahaan Listrik Thanh Hoa menyelenggarakan kursus pelatihan bertajuk “Aplikasi Praktis Kecerdasan Buatan (AI) dalam Kegiatan Produksi dan Bisnis” pada 23–24 April 2026. Pelatihan ini dibuka pada pagi hari 23 April 2026 dan diikuti para pemimpin serta manajer dari tingkat perusahaan hingga departemen/divisi dan unit afiliasi.
Pelatihan selama dua hari tersebut diajarkan langsung oleh para ahli dari COE Vietnam Technology and Training Joint Stock Company, organisasi yang memiliki pengalaman dalam pelatihan mendalam di bidang teknologi informasi serta inovasi kecerdasan buatan.
Dalam sambutan pembukaan, Direktur Perusahaan Listrik Thanh Hoa, Hoang Hai, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata untuk mengimplementasikan Resolusi No. 01-NQ/DU tahun 2026 tentang mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta transformasi digital dalam kegiatan produksi dan bisnis.
Hoang Hai menekankan bahwa beban kerja dan tuntutan yang terus meningkat, sementara sumber daya tidak bertambah secara proporsional, membuat metode kerja tradisional kian sulit menjaga kemajuan dan kualitas. Karena itu, AI diharapkan menjadi alat yang digunakan langsung dalam pekerjaan sehari-hari, antara lain untuk mengurangi waktu pemrosesan, meningkatkan kualitas laporan, memperkuat kemampuan analitis, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Ia juga mendorong peserta mengubah pola pikir belajar menjadi “belajar bukan untuk pengetahuan, tetapi untuk melakukan.” Setelah pelatihan, karyawan diminta proaktif menerapkan AI pada tugas-tugas praktis seperti penulisan laporan, kompilasi data, pengolahan dokumen, dan dukungan pengambilan keputusan, sekaligus membangun kebiasaan menggunakan AI sejak awal proses kerja. Bagi jajaran kepemimpinan dan manajemen, ia meminta agar mereka memimpin dalam penerapan, memberi contoh, serta mengorganisasi implementasi di unit masing-masing agar terjadi perubahan nyata dalam metode kerja.
Dalam arahannya, Hoang Hai menugaskan Departemen Teknologi Informasi dan Transformasi Digital untuk memimpin bimbingan, dukungan, dan evaluasi efektivitas pascapelatihan. Departemen tersebut juga diminta memberi saran penerapan solusi AI pada tiap bidang khusus agar implementasinya konsisten di seluruh perusahaan.
Program pelatihan dirancang dengan pendekatan praktis yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja di industri energi. Materinya mencakup pengenalan dasar AI generatif; peningkatan kemampuan memanfaatkan alat AI untuk tugas administratif, komunikasi internal, dan analisis data; penggunaan AI untuk pembuatan dokumen, perencanaan, dukungan riset, serta pengambilan keputusan; penerapan otomatisasi dan chatbot untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan; pemanfaatan AI untuk peramalan, penyusunan strategi bisnis, dan pelatihan internal; hingga pembangunan serta pengembangan asisten virtual AI untuk pengambilan informasi dan dukungan operasional.
Selama pelatihan, instruktur memberikan bimbingan langsung melalui simulasi skenario bisnis yang spesifik. Peserta juga berlatih langsung di platform AI untuk menangani pekerjaan yang terkait dengan aktivitas sehari-hari, seperti menyusun dokumen, mengompilasi data, membuat laporan, menganalisis data, serta menyiapkan alat pendukung kerja. Pendekatan ini ditujukan agar peserta dapat segera menerapkan keterampilan setelah pelatihan selesai.
Sesuai rencana, pada April 2026 perusahaan akan melanjutkan pelatihan tahap kedua bagi lebih dari 100 pejabat dan karyawan dari berbagai departemen dan unit. Implementasi bertahap, dari kepemimpinan dan manajemen hingga staf yang terlibat langsung dalam pekerjaan, disebut mencerminkan pendekatan sistematis agar penerapan AI berlangsung serentak dan konsisten di seluruh perusahaan.
Melalui pelatihan praktis tersebut, Perusahaan Listrik Thanh Hoa menargetkan peralihan bertahap dari peningkatan kesadaran menuju tindakan dalam penerapan teknologi. Langkah ini diposisikan sebagai fondasi untuk membangun lingkungan kerja digital, dengan AI sebagai alat pendukung reguler guna meningkatkan produktivitas, efisiensi manajemen, dan kualitas layanan pelanggan, sejalan dengan target produksi dan bisnis tahun 2026 serta periode berikutnya.