Komunikasi digital masih menjadi andalan Generasi Z (Gen Z) untuk menjaga relasi sehari-hari, terutama melalui aplikasi pesan instan. Dalam enam bulan terakhir, penggunaan aplikasi messaging di kalangan Gen Z terlihat terkonsentrasi pada beberapa platform utama, dengan perbedaan yang relatif tipis antara pengguna laki-laki dan perempuan.
Berdasarkan data terbaru Jakpat, WhatsApp menjadi aplikasi pesan paling banyak digunakan Gen Z. Secara keseluruhan, 89% responden menyatakan menggunakan WhatsApp dalam enam bulan terakhir. Jika dilihat berdasarkan gender, pengguna laki-laki tercatat 88% dan perempuan 91%, menunjukkan dominasi WhatsApp sebagai kanal komunikasi lintas gender.
Di posisi berikutnya, Telegram digunakan oleh 41% responden. Rinciannya, 40% Gen Z laki-laki dan 42% perempuan memakai aplikasi tersebut. Meski jaraknya cukup jauh dari WhatsApp, Telegram tetap menjadi pilihan alternatif bagi sebagian pengguna.
Sementara itu, LINE berada di urutan terakhir dengan tingkat penggunaan 9% dalam enam bulan terakhir. Angka ini sama pada responden laki-laki maupun perempuan, masing-masing 9%, menandakan penggunaan LINE di kalangan Gen Z lebih terbatas dibandingkan WhatsApp dan Telegram.
Temuan ini berasal dari survei Jakpat bertajuk Gen Z Characteristics and Behaviors Outlook 2026 yang melibatkan 1.158 responden Gen Z. Survei dilakukan pada 10–12 Desember 2025 melalui kuesioner daring yang diakses menggunakan aplikasi mobile Jakpat. Sampel disusun berdasarkan proporsi pengguna internet di Indonesia, dengan margin of error di bawah 5%.
Secara umum, hasil survei memperlihatkan komunikasi digital Gen Z masih sangat terpusat pada WhatsApp sebagai platform utama. Meski ada opsi lain seperti Telegram dan LINE, dominasi satu aplikasi menunjukkan preferensi yang cenderung mengikuti ekosistem komunikasi yang telah mapan di lingkungan sosial mereka.