BERITA TERKINI
YouTube dan Google Tegaskan Komitmen Perkuat Ruang Digital Aman bagi Anak pada Safer Internet Day 2026

YouTube dan Google Tegaskan Komitmen Perkuat Ruang Digital Aman bagi Anak pada Safer Internet Day 2026

YouTube bersama Google menegaskan komitmennya membangun ekosistem digital yang aman dan sehat bagi anak serta keluarga Indonesia melalui kolaborasi lintas kementerian, komunitas, dan mitra pembangunan. Komitmen ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Safer Internet Day 2026.

Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto, mengatakan perlindungan generasi muda di ruang digital merupakan fondasi penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pendidikan, pembentukan karakter, dan peningkatan kualitas hidup. Menurut dia, fokus utama bukan menjauhkan anak dari dunia digital, melainkan memastikan mereka terlindungi saat berada di dalamnya.

“Kami ingin anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara sehat di dunia digital,” ujar Danny dalam acara Safer Internet Day 2026: Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Danny menuturkan, platform digital kini berkembang menjadi ruang pembelajaran yang semakin luas dan inklusif. Ia menyebut survei terhadap guru di Indonesia menunjukkan 96 persen pendidik telah mengintegrasikan konten YouTube dalam proses belajar mengajar, sementara 82 persen menyatakan platform tersebut membantu mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang kompleks.

Selain itu, peran kreator edukasi atau “edukreator” dinilai ikut memperluas akses pendidikan berkualitas, termasuk bagi anak-anak di wilayah terpencil. Konten pembelajaran berbasis video disebut dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, relevan, dan kontekstual, sekaligus melengkapi pendidikan formal.

Meski demikian, Danny menekankan bahwa manfaat teknologi digital perlu diimbangi perlindungan yang kuat bagi anak dan remaja. Untuk itu, Google dan YouTube mengembangkan tiga pilar utama dalam membangun ekosistem digital yang aman.

Pilar pertama berfokus pada dukungan bagi keluarga melalui fitur pengawasan dan perlindungan digital. Orang tua dapat mengatur konten yang diakses anak, mengelola aplikasi yang diunduh, hingga membatasi durasi penggunaan perangkat. Sejumlah fitur juga memungkinkan pengaturan berdasarkan usia, termasuk opsi menonaktifkan video pendek dan pengingat waktu istirahat. Danny menyatakan setiap keluarga memiliki kebiasaan digital yang berbeda sehingga orang tua diberi kendali lebih besar untuk membentuk kebiasaan digital yang sehat.

Berdasarkan data internal Google, sekitar 92 persen orang tua yang memanfaatkan fitur pengawasan digital menyatakan lingkungan digital anak mereka menjadi lebih aman.

Pilar kedua menitikberatkan pada penguatan kesejahteraan digital, khususnya kesehatan mental anak dan remaja. Melalui program Aksi Digital: Anak dan Keluarga Sigap Digital, Google menyediakan panduan digital wellbeing yang disusun bersama pakar kesehatan mental dan perguruan tinggi. Program ini juga mendorong pelatihan konselor sebaya serta penguatan komunitas anak muda agar mampu menjadi pelopor dalam menjaga kesehatan mental di era digital.

Dalam komitmen tersebut, Google.org mengalokasikan pendanaan sebesar 5 juta dolar AS untuk mendukung kesejahteraan digital generasi muda di Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini dijalankan bersama Yayasan Plan International Indonesia dan ICT Watch dengan target menjangkau lebih dari 300 ribu anak muda, orang tua, dan guru.

Pilar ketiga berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk memperkaya pembelajaran dan pengembangan kompetensi. Melalui program Akademi Kreator, YouTube melatih lebih dari 4.000 kreator dan guru di 34 provinsi untuk menghasilkan konten edukatif berkualitas yang sejalan dengan kurikulum nasional.

Danny menegaskan kolaborasi antara pemerintah, industri teknologi, akademisi, dan komunitas menjadi kunci dalam membentuk karakter warga digital masa depan yang cerdas, tangguh, dan beretika. Ia berharap sinergi yang terus diperkuat dapat mendorong pemanfaatan teknologi secara positif sekaligus memastikan ruang digital tetap aman bagi tumbuh kembang anak dan generasi muda.