BERITA TERKINI
Aplikasi Etika Chat Dosen Tawarkan Template Pesan Formal untuk Mahasiswa, Terintegrasi WhatsApp

Aplikasi Etika Chat Dosen Tawarkan Template Pesan Formal untuk Mahasiswa, Terintegrasi WhatsApp

Sejumlah mahasiswa mengaku kerap merasa kesulitan saat harus menghubungi dosen dengan kalimat yang baku dan formal. Keresahan itu muncul karena tidak semua mahasiswa terbiasa menyusun pesan yang dinilai tepat ketika berkomunikasi dengan dosen.

Merespons fenomena tersebut, hadir aplikasi bernama Etika Chat Dosen. Aplikasi ini memiliki tampilan sederhana dengan dominasi warna biru dan putih, serta disebut terintegrasi langsung dengan aplikasi perpesanan WhatsApp.

Pada halaman awal, pengguna disuguhi tab “Buat Pesan Baru”. Di bagian ini, mahasiswa dapat memilih gender dosen yang ingin dihubungi, lalu mengisi tujuan menghubungi dosen, pertanyaan yang ingin diajukan, serta menutup pesan dengan ucapan terima kasih.

Aplikasi tersebut juga menyediakan rekomendasi kalimat untuk membantu pengguna merangkai pesan. Contohnya, rekomendasi kalimat awal tujuan menghubungi dosen seperti “Saya ingin bertanya” dan “Saya ingin asesmen”. Rekomendasi serupa juga tersedia pada bagian pertanyaan dan ucapan terima kasih.

Sebelum pesan dibuat dan dikirim ke nomor kontak dosen, pengguna diminta mengisi bagian “Profil Pengirim” dengan menuliskan nama lengkap dan kelas. Setelah itu, aplikasi akan membentuk pesan secara otomatis berdasarkan data yang sudah dimasukkan, kemudian pengguna dapat mengirimkannya kepada dosen yang dituju.

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 5.000 kali di Google Play Store. Namun, aplikasi tersebut saat ini baru tersedia untuk perangkat Android.

Kehadiran aplikasi ini juga memunculkan beragam tanggapan warganet di Twitter. Sebagian menilai aplikasi tersebut bermanfaat bagi mahasiswa yang kesulitan menyusun pesan, sementara lainnya mempertanyakan alasan aplikasi itu dibuat meski mengakui dapat membantu.

“Aplikasi yang bermanaat buat mahasiswa. Saya bantu share yg lg kesulitan japri dosennya. Setau saya baru ada di android,” tulis dokter sekaligus pengusaha @tirta_hudhi.

Sementara itu, akun @kartiko29 menyampaikan kritiknya. “hmm.. Cuman lagi mikir kenapa aplikasi ini dibuat? Apa masih banyak yang kurang ‘beretika’ dalam chat ke dosen. Tapi ya lumayan bisa membantu juga buat yang bingung cari kata-kata sebelum chat ke dosen,” tulisnya.