Pada 2007, Donn B. Parker menerbitkan artikel berjudul “Ethics for Information Systems Personnel” di jurnal Information Systems Management. Tulisan tersebut membahas semakin kompleksnya ranah sistem informasi serta menekankan pentingnya etika dalam administrasi dan pemanfaatan data maupun teknologi informasi. Dalam konteks Indonesia, ketika pemanfaatan teknologi informasi terus tumbuh, gagasan Parker dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan organisasi dalam menjaga kepercayaan dan tata kelola yang baik.
Dalam pengantarnya, Parker menyoroti kekhawatiran mengenai perilaku etis personel sistem informasi dan perlunya pengaturan yang jelas di dalam organisasi. Ia memposisikan etika bukan sekadar konsep teoretis, melainkan pedoman praktis yang perlu diterapkan seiring perkembangan teknologi yang cepat.
Parker menekankan bahwa etika merupakan bagian penting dari pekerjaan personel sistem informasi. Di Indonesia, ketika layanan seperti e-commerce dan perbankan online semakin luas digunakan, kepercayaan publik terhadap keamanan data dan sistem informasi menjadi kebutuhan utama. Untuk menjaga standar perilaku, Parker mendorong perlunya perhatian berkala terhadap etika melalui sejumlah cara, seperti penyusunan panduan, kursus pelatihan, dan bacaan wajib bagi personel terkait.
Selain itu, artikel tersebut mengangkat potensi konflik kepentingan dalam urusan bisnis. Parker menilai konflik semacam ini dapat menjadi persoalan serius jika tidak dikelola dengan tepat. Ia menyarankan agar personel sistem informasi mendiskusikan potensi konflik kepentingan dengan atasan atau manajer, sehingga keputusan yang diambil tetap sejalan dengan etika bisnis yang baik.
Perlindungan data dan informasi juga menjadi perhatian utama. Parker menekankan pentingnya membatasi pengungkapan informasi teknis kepada pihak yang tidak berwenang sebagai langkah pencegahan terhadap upaya peretasan. Dalam situasi Indonesia yang menghadapi meningkatnya isu keamanan siber dan insiden peretasan, penekanan pada tindakan pencegahan dan kepatuhan etika dalam pengelolaan data dinilai semakin mendesak.
Parker turut menyoroti peran manajemen dalam memastikan perilaku etis personel sistem informasi. Menurutnya, manajemen perlu mendidik personel terkait hukum kejahatan komputer serta memantau penggunaan data dan aset yang berhubungan dengan sistem informasi. Dalam konteks perusahaan di Indonesia, langkah tersebut dipandang penting tidak hanya untuk mengurangi risiko hukum, tetapi juga untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap organisasi.