BERITA TERKINI
Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Kembangkan CloUp, Platform Digital untuk Atasi Limbah Tekstil Fast Fashion

Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri Kembangkan CloUp, Platform Digital untuk Atasi Limbah Tekstil Fast Fashion

Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan CloUp, sebuah gagasan startup berbasis teknologi yang ditujukan untuk merespons persoalan limbah tekstil yang kian meningkat seiring maraknya tren fast fashion. Platform digital ini menggabungkan edukasi dan ajakan aksi untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap gaya busana berkelanjutan.

CloUp digagas oleh tim mahasiswa lintas program studi jenjang sarjana, yaitu Kanaya Salsabila Setiawan (Sains Data), Andita Alizhari, Dewi Rahmawati, Nurima Agustina (Informatika), serta Novia Ersa Ayuningsih (Bisnis Digital). Kolaborasi multidisiplin tersebut menjadi dasar pengembangan solusi yang dinilai tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, tetapi juga membawa dampak sosial dan memiliki nilai bisnis.

Kanaya Salsabila Setiawan mengatakan CloUp berangkat dari kekhawatiran terhadap pola konsumsi fashion yang dinilai semakin tidak terkendali. “Kami melihat banyak pakaian layak pakai berakhir menjadi limbah. CloUp hadir untuk mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat beraksi, bahwa pakaian bisa digunakan lebih panjang, lebih bertanggung jawab, dan tetap bernilai,” ujar Kanaya.

Menurut tim penggagasnya, CloUp dirancang untuk memperpanjang siklus hidup pakaian melalui edukasi digital, pengelolaan pakaian bekas, serta kampanye reuse dan recycle tekstil. Pengguna didorong terlibat aktif dalam ekosistem fashion sirkular, sehingga pakaian tidak lagi dipandang sebagai barang sekali pakai.

Dari sisi model bisnis, CloUp mengembangkan ekosistem kolaboratif dengan melibatkan komunitas, UMKM kreatif, serta mitra daur ulang tekstil. Pendekatan ini disebut berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru dari pengolahan limbah tekstil bernilai tambah, terutama bagi generasi muda dan masyarakat urban yang peduli pada isu keberlanjutan.

Kepala Nusa Mandiri Startup Center (NSC), Siti Nurlela, mengapresiasi kemunculan CloUp sebagai contoh inovasi mahasiswa UNM. “CloUp menunjukkan bahwa startup mahasiswa tidak harus selalu berbicara soal profit semata. Inovasi yang lahir dari kepedulian lingkungan justru memiliki potensi besar dan relevan dengan kebutuhan masa depan. NSC terus mendorong mahasiswa UNM untuk berani membangun startup yang berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Jumat (30/1).

Melalui CloUp, UNM menilai inovasi ini mencerminkan komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada dampak. Di tengah meningkatnya tren sustainable lifestyle, CloUp disebut memiliki peluang berkembang sebagai platform digital yang berkontribusi bagi masa depan industri fashion yang lebih bertanggung jawab.