Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berkolaborasi dengan Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Jawa Timur untuk mendorong inovasi media kesehatan berbasis digital di lingkungan sekolah melalui pengembangan dan pemanfaatan aplikasi Android bernama JASBUG. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat peran pendidikan jasmani dalam meningkatkan kebugaran sekaligus kesadaran kesehatan pelajar secara lebih terukur.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya pembaruan metode pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi digital. Melalui penggunaan aplikasi, guru diharapkan tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga dapat memantau kondisi kebugaran siswa secara sistematis dan berbasis data.
Ketua tim pengabdian masyarakat UNESA, Arifah Kaharina, menjelaskan bahwa JASBUG dirancang untuk membantu guru dan siswa memantau aktivitas fisik, mengukur tingkat kebugaran, serta mencatat perkembangan secara berkala. Menurutnya, aplikasi ini dapat mendukung pembelajaran PJOK yang lebih personal, terstruktur, dan berbasis data sehingga guru dapat menyusun program latihan sesuai kebutuhan siswa.
Melalui pelatihan dan sosialisasi yang melibatkan guru PJOK serta pemangku kepentingan pendidikan olahraga di Jawa Timur, peserta dibekali pemahaman tentang cara mengintegrasikan JASBUG dalam proses pembelajaran di sekolah. Pemanfaatan data kebugaran siswa juga diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan perencanaan pembelajaran yang lebih efektif.
Ketua IGORNAS Jawa Timur menilai inovasi berbasis teknologi diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan kesehatan di era digital. Selain dinilai dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan media digital juga diharapkan menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebugaran sejak usia sekolah.
Kolaborasi UNESA dan IGORNAS Jawa Timur juga ditujukan agar pengembangan aplikasi relevan dengan kebutuhan di lapangan. Melalui jaringan organisasi profesi, inovasi ini diharapkan dapat diadopsi lebih luas oleh guru PJOK di berbagai daerah.
Tim pengembang JASBUG yang terdiri dari akademisi UNESA dari bidang kebugaran jasmani, pedagogi olahraga, dan teknologi pembelajaran memadukan pendekatan ilmiah dan teknologi untuk menghadirkan solusi yang aplikatif. Aplikasi ini dirancang agar pemantauan kebugaran dapat dilakukan berkelanjutan serta mendukung terbentuknya budaya hidup sehat di kalangan pelajar.
Inisiatif tersebut sekaligus menegaskan komitmen UNESA dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan pendidikan jasmani, serta memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan yang mendukung kesehatan dan kebugaran generasi muda. Ke depan, media kesehatan berbasis aplikasi diharapkan menjadi bagian dalam transformasi pembelajaran PJOK menuju sistem yang lebih adaptif, modern, dan berbasis data.